Arifin Januari
 
Daftar Blog Lainnya
Kategori
Alexa Rank

Cerita Tentang Sahabat

“  Sahabat itu lebih mengerti dari sahabatnya, sahabat bisa membimbing saat sahabatnya terjatuh, sahabat bisa berbagi keadaan sahabatnya  “.
                Terasa langit begitu cerah, inilah saatnya untuk bisa memulai aktifitasku, walaupun keseharianku hanya sosok seorang pengangguran yang terjebak oleh sebuah sistem yang ada.
Kini aku tidak bisa lagi layaknya orang berpendidikan, namun pendidikan itu aku dapat belajar banyak dari alam, dan masyarakatku, setidaknya aku masih bisa mensyukuri nikmat –NYA.
 
Dulu masa mudaku aku habiskan waktu dengan sahabat, baik suka, duka dan cerita. Karena aku adalah bagian dari mereka, dan mereka adalah bagian dari aku.
Terasa Sudah tubuh ini mulai rentan, nafasku mulai tak teratur, dan badanku mulai sakit – sakitan.
Perlahan sahabat pergi bagai debu pasir yang bertebangan entah kemana.......
Sahabat yang dulu aku kenal, kini lebih percaya akan suara – suara  yang terngiang di telinaganya.
Aku hanyalah orang yang siap berbagi waktu dan waktu untuk sahabat dan sesuatu hal tidak pernah aku suka dari sahabat adalah ingkar janji.
Musik, Sport dan Alam bebas sudah pernah aku rasakan, sehingga aku berfikir apalagi ?. Tapi  semuanya benar – benar aku sukai dan aku senangi, adakah larangan bagimu sahabat... ?
Selama aku masih bisa bernafas dan selama aku masih bisa melangkah tiada salahnya aku masih ingin beraktifitas, berbagi pengalaman, berbagi perasaan dengan yang lain daripada aku mendengar Cerita – cerita dari orang munafik, sahabat....
 
                Sebuah pilihan kini ada dalam otakku  “ meninggalkan untuk kemajuan ataukah meneruskan namun aku terus dipecundangi “. Memang kesombongan sahabat membuat lupa segalanya, Seniorita !, Sebuah senioritas yang dungu, yang hanya bisa mendiskriminasikan sebuah kelompok dengan satu perbedaan, yaitu kesombongan sahabat.
Bagiku kelebihan yang aku bisa dan mampu aku tetap ikhlas berbagi, karena manusia itu mahkluk sosial. Akan kemanakah sahabat tanpa sahabat, aku bukan menyalahkan bagian yang termarjinalkan dari sahabat yang merasa senior sendiri.
 
                Sahabat yang dulu aku kenal, kini telah menusukku dari belakang hingga menembus dadaku, terasa sakit dadaku ini sahabat....
“ Tak ada asap bila tak ada api “ . Aku diam bukan berarti aku bodoh, dan aku marah bukan bararti aku benci. Sebuah nilai persahabatan telah sahabat langgar sendiri, hanya sebuah Doktrin bodoh, sahabat hilang, komunitas hilang , entah kemana sahabat....?
                Kadang aku merasa sedih, prihatin melihat keadaan yang sekarang, itu terjadi karena sahabat menganggap kami bodoh, itu sahabat lengah akan arti dan makna persahabatan.
Hari demi hari pun berlalu namun, sama seperti hari – hari biasanya, sebuah kekecewaan yang teramat sanagt sedang berlabuh didalam hatiku. Perang Propaganda pun baru dimulai....
Sahabat jangan pisahkan aku dari komunitas dan kesukaanku...
Aku hanya ingin mengakhiri masaku denagn kebahagiaan.
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Jumat, 12 November 10 - 05:58 WIB
Dalam Kategori : KISAH
Dibaca sebanyak : 1034 Kali
Rating : 1 Bagus, 0 Jelek
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback